Sudah cukup dan cukup sudah

Hatiku kembali membiru
Lidahku kelu dan pikiranku tabu
Entah, karena lelah ataupun gundah
Ada satu titik yang memekik
Saat aku nyanyikan sebuah lirik
Ada hal yang buatku begitu pasrah
Tentang rasa yang terbungkus rapi nan indah
Aku bingung pada siapa bercerita
Langit mulai lelah mendengarkanku
Mengungkap semua tabir ceritaku
Lewat rintik hujan malam ini
Aku bingung pada siapa bercerita
Dahan cemara depan kamarku saja
Tak lagi memberi tanya dan sapa
Bahkan semilir angin enggan berbisik padaku
Rembulan pun tak lagi ramah
Anomiku memecah ruah
Oh semesta raya, mengertilah !
Aku ingin bercerita
Tentang cinta.... ya, tentang cinta
Aku telah jatuh hati
Pada seseorang yang telah habis membabat perasaanku
Aku telah jatuh hati
Ketika songkok hitam sedikit pudar menempel dikepalamu
Umpama raja dengan mahkotanya yang gagah perkasa
Ketika kau lantunkan ayat suci-Nya dengan merdu
Ingin ku berteriak "jangan berhenti dulu"
Telinga setiaku masih ingin mendengarkanmu
Kali ini, aku memang benar-benar jatuh hati
Tatapan matamu yang berbinar-binar
Buatku enggan mengedipkan
Jumpa demi jumpa buatku semakin jatuh
Pada rasa yang semakin dalam
Tapi, aku merasa menjadi pemunafik paling akut
Berlagak tak tau menau tentangmu
Dihadapan teman temanku
Sakit yang melembah-lembah
Melihat raja yang aku jatuhi cintanya
Merangkul mesra dengan kata-kata
Pada permaisuri yang tak lain adalah sahabatku sendiri..
Bagaimana angin, hujan, cemara, dan awan
Dengan cerita tragisku yang dimakan masa
Tahukah? Air mataku menetes lebih deras dari hujan malam ini
Hatiku porak poranda seperti angin yang geram pada ulah manusia
Dan raut wajahku cemberut menyaingi mendungnya langit
Berbahagialah untukmu. Karena dicintai lebih indah dari mencintai..
Setidaknya aku pernah mengagumimu dibelakang layar..
Dan..
Sudah
Aku akan menyudahi
Semua rasa yang sudah sudah
Sudah cukup, dan cukup sudah...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bungkam cinta, sayang dan rindumu

Gundahku

Pahlawan