Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Sudah cukup dan cukup sudah

Hatiku kembali membiru Lidahku kelu dan pikiranku tabu Entah, karena lelah ataupun gundah Ada satu titik yang memekik Saat aku nyanyikan sebuah lirik Ada hal yang buatku begitu pasrah Tentang rasa yang terbungkus rapi nan indah Aku bingung pada siapa bercerita Langit mulai lelah mendengarkanku Mengungkap semua tabir ceritaku Lewat rintik hujan malam ini Aku bingung pada siapa bercerita Dahan cemara depan kamarku saja Tak lagi memberi tanya dan sapa Bahkan semilir angin enggan berbisik padaku Rembulan pun tak lagi ramah Anomiku memecah ruah Oh semesta raya, mengertilah ! Aku ingin bercerita Tentang cinta.... ya, tentang cinta Aku telah jatuh hati Pada seseorang yang telah habis membabat perasaanku Aku telah jatuh hati Ketika songkok hitam sedikit pudar menempel dikepalamu Umpama raja dengan mahkotanya yang gagah perkasa Ketika kau lantunkan ayat suci-Nya dengan merdu Ingin ku berteriak "jangan berhenti dulu" Telinga setiaku masih ingin mendengarkanmu...

SECANGKIR PUISI PADA HUJAN KEMARIN

Seperti biasanya... Hujan dan senja adalah hal terindah dalam keluarga semesta... Bagaimana tidak? Mereka datang dan mengajakku bebas berpikir, berimaji menelusuri naluriku yang manja... Aah.. hujan buatku malas pulang... Malas didekap "syamsun" dan "qomarun" yang amat menjerakan... Hanya bisa memberi gelap, kemudian terang. Hujan........ Aku ikut kamu sajalah... Mengalir jauh tiada buntu... Istirahat tenang dilautan sendu....

JILBAB DAN SENJA

   Saat gemricik air hujan terus mengalir, aku menghela nafas dan beristirahat di sebuah ruangan yang biasa aku tempati. Tiba-tiba terdengar suara dari luar pintu. "Tok tok tok" terbesit keraguan dalam hati untuk membuka pintu atau membiarkannya. Kemudian, terdengar suara lagi "assalamu'alaikum", baru setelah itu aku beranjak dan menjawab dengan suara keras sambil menuju pintu. Ternyata dia adalah teman sekolahku.     " Eeh Fafa, sini masuk" sambutku ramah. "Iya, jadi beli jilbab nggak?" Tanyanya padaku tanpa basa basi.  Akupun terdiam sejenak dan kujawab " tapi ini sudah sore loh, gimana ya?" "Ayolah, aku sudah jauh-jauh ke rumahmu." Karena merasa tak enak, akupun mengiyakan ajakan temanku itu.  "Ya sudah,  tapi aku minta izin dulu ke orangtuaku ya?" Kataku pelan, Fafapun mengangguk.    Akhirnya, kami berdua pergi menuju sebuah toko jilbab yang sudah lama kami incar di pusat kota. Tidak seperti ...

Bungkam cinta, sayang dan rindumu

Kenapa kau menyalahkan waktu? Padahal dia tak pernah bersalah Kenapa kau menyalahkan aku? Padahal sudah ku tolak kau mentah-mentah Berhentilah mencintaiku.. Berhentilah menyayangiku.. Dan berhentilah merinduiku.. Bukan aku tak mau dicintai.. Bukan aku tak ingin disayangi.. Bukan pula aku malas dirindui Tapi aku takut jatuh terlalu dalam Melangkah terlalu jauh Dan sakit terlalu sakit  Dalam cinta tanpa ridho-Nya Dalam sayang yang dibenci-Nya Dan dalam rindu yang dilaknat-Nya Sudahlah.. Curahkanlah cintamu pada sang Maha Cinta Ungkapkan sayangmu pada Maha yang Menyayangi Dan ceritakanlah rindumu pada sang Maha Rindu Karena sesungguhnya Dia adalah Maha dari segala Maha.

Jejak Ospek di Kampus Hijau

Tak terasa langkah kakiku telah sampai disini Di kampus hijau yang indah nan permai Pandanganku tertuju pada orang-orang diujung sana Dengan senyuman yang asing dimataku Ya.. senyum sinis kakak tibpak yang garang Dan senyum manis kakak pendamping yang penyayang Rumput dan gedungnya pun turut menyapa Dengan lambaian yang lembut nan mesra Terimakasih untuk segala bentuk sambutannya Terimakasih untuk semua apresiasinya Saya mahasiswa baru IAIN Purwokerto Mengucapkan, salam mahasiswa!